My Menu :

Klik 'Others' untuk mendownload konten-konten keren

Jumat, 01 Mei 2009

UN

Benarkah Mutu Pendidikan kita berbanding lurus dengan nilai standar kelulusan UN yang slalu dan slalu dinaikkan? Efektif kah?

Ambo, salah satu lulusan SMA negeri terfavorit di kota ambo. Sekolah dengan gengsi yang T.O.P. Namun sayang, untuk mempertahankan gengsi nya banyak kecurangan memalukan yang terjadi. Ambo juga ikutan curang sih, gini ceritanya.

Tahun 2006, adalah tahun dimana ambo dan teman seangkatan ambo bertatap muka dengan UN. Standar kelulusan saat itu kalo nggak salah 3,5. Nah, untuk kita itu sangat susah sekali. Maklum, ambo sering sangad bolos sekolah, dan kalopun masuk kelas, itu juga cuma kongkow-kongkow doank, ato ngisengin cewek paling. Di sisi lain, kita harus lulus UN, agar bisa nyambung kuliah, dan pastinya nggak bikin malu orang tua. Menyadari hal ini, apapun akan kita lakukan pastinya agar bisa lulus UN. Termasuk berbuat curang, tak peduli itu bener atau salah, yang penting lulus aja.

Hari pertama UN, ambo baru tidur jam 3 pagi, eitzzz, ambo nggak belajar lo, itu ambo maen gitar ama ngumpul bareng temen semalaman. Sementara UN akan ambo hadapi jam 8 pagi nya. Ambo sama sekali nggak ada persiapan, kecuali janji temen ambo yang bakal bagi jawaban yang dia dapat. Hayo, pas di kelas, kita diperiksa semuanya, buat mastiin nggak ada contekan alias jimat yang kita simpan. Hehe, ini sama sekali nggak mempersempit peluang kita buat nyontek ternyata. Nggak mungkin juga kita bakal bikin contekan di telapak tangan kali buk, atau bikin contekan dengan kertas trus kita lipat dan masukin kantong. Hahaha, kita udah terlalu tua untuk nyontek ala anak SD.

Pemerintah, lewat dinas pendidikannya bilang kalo UN ini bersih, dan telah mengevaluasi kecurangan dari UN 2005, dan di tahun 2006 telah mengantisipasinya. Tapi apa? Ambo dan temen-temen lainnya masih bisa nyontek dengan sedapnya, nggak ada hambatan yang berarti. Jawaban ambo, juga Full Control dari temen, semuanya sedekah plus infak dari anak-anak lainnya. Pengawasnya bisa apa coba? Ya bisa bengong aja kali ya? Ato emang udah dasarnya bloon, jadi gampang di boongin ama anak-anak SMA? Dan akhirnya, ambo lulus dengan nilai yang snagat memuaskan. Matematika 9.33, B.Indonesia 9.33, B,Inggris 8.66. Padahal, nilai itu sama sekali tak pantas untuk ambo. Separuhnya pun belum pantas ambo terima.

Berlanjut ke UN 2007, 2008, dan 2009 yang baru aja selesai. Sama aja, sama-sama bobrok, sama banyak kecurangan yang terjadi. Sementara, baru-baru ini pemerintah bilang di TV kalo pendidikan Indonesia sudah membaik. Mutu pendidikan kita meningkat, indikasinya, pada setiap UN yang diadakan, tingkat kelulusan siswa itu relatif stabil, walaupun standar kelulusan selalu dinaikkan. Benarkah seperti itu?Entahlah....Ambo tak yakin...Teman di sana pasti punya jawaban sendiri juga...



0 komentar: