My Menu :

Klik 'Others' untuk mendownload konten-konten keren

Sabtu, 25 April 2009

Polisi

Semalam, ambo ditilang sama om-om Polisi. Lucu sangad lah kejadiannya. Yuk, kita bagi-bagi cerita trus sedikit mengulik bagaimana kerjaannya para "Pelindung dan Pengayom masyarakat" ini. Begini ceritanya....

Semalam, Jumat,24-04-09 pukul 22.30, Ambo dan teman ambo dalam perjalanan menuju rumah dari kampus UNAND. Namun, di jalan DR.M.HATTA, kita di stop sama Om-Om Polisi dengan pakaian preman. Lho, kok lucu ya? Orang Reskrim kok razia surat-surat kendaraan?? Bukannya yang kayak begitu tu kerjaannya Bapak-Bapak Polantas??

Ambo emang nggak pake helm,( hehehe), trus ambo disuruh turun. Lucunya lagi, Nee Polisi arogan sangad. Huuuf, tanpa ngucapin selamat malam, tanpa bilang maaf karna mengganggu perjalanan ambo. Sebenarnya gimana sih pendidikan di sekolah kepolisian dulu? Tiap daerah pendidikannya beda kali ya, disesuaikan dengan adat dan budaya daerah tersebut. HAHAHAHAHA. Abis tu, ambo tanya sama tuw om Polisi. Ini razia apa pak? Kok ada anggota yang nggak pake seragam? Trus kenapa razianya di sini pak? Parahnya, si Om Polisi nggak bisa jawab. Hmmm, ambo langsung berpikir buruk dong pastinya, ngapain dia razia kalo dia nggak tau razia nya dalam rangka apa, nggak tau apa yang dia razia, nggak tau dimana surat razianya.

Oke, well, tak masalah, penyakit lama kambuh lagi. Ambo diajak masuk ke kantornya, trus mulai deh apa yang disebut negosiasi. Hahhahahaha, jangan pikir ambo bakal bayar di tempat trus damai sama tu Polisi nakal. Kita sebagai mahasiswa yang akan jadi generasi penerus bangsa ini, nggak boleh rusak mentalnya, kalo mau kecurangan di Indonesia ini segera berakhir. Di kantornya, ambo nambah cerewet lagi, Ambo di suruh tanda tangani surat tilang yang masih kosong. Lo, apa yang mau ambo tanda tangani? ya kan? Surat Bukti Pelanggaran yang masih kosong, tanpa ada penjelasan tentang pelanggaran dan Undang-undang yang ambo langgar. Terang aja, ambo nggak tanda tangan, Ni orang maksa ambo untuk tetap tanda tangan. Oke, Ambo tanda tangan, tapi sebelumnya isi dulu ni surat pak!!

Akhirnya selesai, ambo ambil surat tilang, dan SIM ambo ditahan. Well, ambo membayar denda nantinya, it's OK, Ambo emang salah. Nah, di sebelah ambo, ada Bapak-bapak 40an umurnya, juga ketangkap nggak pake helm. Namun nggak seperti ambo yang tak mau damai, bapak ini berusaha membujuk pak POL biar bebas. Saup ee suap istilahnya. Hayyoo, parahnya lagi, sang Polisi ini emang selalu berusaha agar bapak ini takut sidang dan damai di tempat. Hayyoo, premanisme ini. Sudah jadi rahasia umum ini, kelakuan seperti ini, proses damai lewat belakang. Tapi kenapa ya, nggak pernah ada usaha serius untuk memberantas ini?? Mungkinkah kesejahteraan Polisi ini kurang diperhatikan?? Ambo rasa tidak sama sekali, buktinya teman-teman ambo yang baru 3 bulan jadi polisi, udah bisa beli mobil sendiri. Trus, apa sih yang jadi masalah mendasar sebenarnya??

Kalo ini terus terjadi dan dibiarkan hidup. Ambo rasa Polisi seharusnya malu memasang slogan besar di Markasnya. Tulisannya "KAMI SIAP MELAYANI ANDA", "POLISI,MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT". Karna pada faktanya, tulisan yang pantas adalah "KAMI SETENGAH HATI MELAYANI ANDA" dan "POLISI, MOMOK KEBENCIAN DAN KEDONGKOLAN MASYARAKAT". Ambo tak pernah membenci Polisi atau Instansi kepolisian itu sendiri, tapi ambo tak suka dengan Mafia-mafia yang ada di tubuh Polisi ini. Minim prestasi, banyak kasus, prestasi kecil dibesar-besarkan lewat media, giliran kasus besar, selalu berusaha untuk ditutupi.

Ambo juga sudah banyak pengalaman berurusan sama om Polisi ini. Dan hasilnya, slalu mengecewakan. Dan boleh dibilang, ambo sudah tak pecaya lagi kerja om-om ini. Maaf ya om, bukan hanya ambo lo yang meragukan om-om semua. 80% masyarakat Indonesia mungkin tak lagi percaya.

O ya, coba Kunjungi www.POLRI.go.id , situs resmi kepolisian R.I. Liat isi dan tampilan webisite tersebut, mungkin itu sedikit gambaran tentang kepolisian kita. Data kepolisian R.I tahun 2008 kosong. Kok bisa?? Entahlah.....

0 komentar: