My Menu :

Klik 'Others' untuk mendownload konten-konten keren

Kamis, 16 April 2009

Bocah Sekarang

AmpuuuunN!!Ya ALLAH!!GiLLlaaA!! Selalu dan selalu itu yang terucap jika melihat bocah-bocah zaman sekarang! Semakin tak bermoral, semakin biadab, dan semakin tak terkendali. Hmmmm, siapa yang harus kita salahkan di sini? Orang tua kah? Pendidikan kah? Atau mungkin zaman?

Ambo hanya bercerita dan menulis tentang apa yang ambo alami dan pikirkan sendiri. Begini, apakah orang tua yang harus disalahkan dalam kasus ini? Jawabannya sama sekali tidak. Karna orang tua sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk berbuat biadab. Kurang perhatiankah mereka? Jawabannya sekali lagi tidak sama sekali. Ambo dapat perhatian cukup, malah sangat diperhatikan, dan ambo yakin kanti-kanti di sana sebagian besar juga sama seperti ambo. Pendidikan kah yang salah? Kalo di sini jawaban ambo adalah "boleh jadi". Mengapa? Kanti-kanti ingat tak kasus STPDN? Ambo juga pernah sekolah di sebuah sekolah "Boarding School" yang mengadopsi sistem pendidikan Militer. Kita dipukuli, dicaci maki dengan sangat tidak manusiawi, dipaksa melakukan hal menjijikkan, di doktrin untuk melakukan hal yang sama setelah naik tingkat. Hmmmm, satu akar permasalan telah ambo temukan. Ambo juga pernah sekolah di sekolah biasa, lain lagi yang terjadi di sini. Pengawasan guru kurang, pendidik terkesan tak peduli. Anehnya, di sekolah umum ini, ambo juga menemukan tindakan kekerasan seperti yang ambo alami di Boarding School. Hmmmm, pendidikan apa ini? Menurut ambo, jika kasusnya seperti ini, ini bukan lagi pendidikan, tapi pembobrokan. Sekarang berlanjut ke Perguruan Tinggi, tempat calon-calon ilmuwan dan tenaga ahli dipersiapkan untuk masa depan. Memalukan!!! ternyata di sini jauh lebih kejam. Dengan alasan pengenalan kampus dan memupuk rasa kebersamaan, mahasiswa baru mendapat perlakuan yang seharusnya diperuntukkan untuk binatang. Bahkan ambo juga tak tega jika binatang harus menerima perlakuan seperti itu. Hal ini (ospek), bukan lagi hal baru. Tapi penyakit lama yang dibiarkan berlarut-larut. Heei kau mahasiswa yang merasa sebagai orang intelek! Pikir, Apakah ada hubungan kekerasan dengan kebersamaan. Apakah selama kuliah kalian di ajarkan untuk menjadi jagoan? Hahahaha, memalukan!! Untung di kampus ambo tak ada lagi kebodohan seperti ini!

Kalian selalu berteriak tentang Hak Asasi Manusia, kalian selalu berorasi tentang perdamaian, kalian pun menentang dan marah saat ada penindasan dan tindakan kekerasan di masyarakat. Tapi mengapa kalian tak marah dan protes saat kalian tau kekerasan itu ada di kulit kalian? Mengapa kalian tak berorasi di depan cermin tentang perdamaian? Mengapa kalian tak berteriak ke telinga kalian sendiri tentang Hak Asasi Manusia?

Senior pernah bilang seperti ini, "selama ospek, Hak Asasi Manusia kalian di cabut!". Hei senior sadarlah, apa yang kalian ajarkan? Siapa yang berhak mencabut HAM seseorang? Kalian kah?

Selanjutnya Lingkungan. Faktor dengan pengaruh paling besar terhadap perkembangan kepribadian manusia. Pada kenyataannya, memang seperti itulah adanya. Manusia yang tumbuh dan besar di lingkungan mafia, akan ikut dan terseret untuk melakukan hal yang sama. Namun, mari berpikir, akan sebanyak apa nantinya mafia-mafia ini jika pertumbuhannya kita biarkan begitu saja. Karna pada faktanya, pertumbuhan kaum mafia ini jauh lebih cepat dari kaum protagonis sendiri. Lalu bagaimana solusinya, di sini lah pendidikan itu dipertanyakan. Kemampuan dan profesionalisme sang pendidik di buktikan pada bagian ini. Jika pertumbuhannya bisa di hambat, artinya para pendidik berhasil. Namun jika tidak....mereka gagal!!

0 komentar: